Senin, 09 Mei 2016

AUDIO

Pengertian Dasar Audio

Audio berarti “suara” atau “reproduksi suara”. Dalam ilmu fisika, suara adalah bentuk energi yang dikenal sebagai energi akustik. Secara khusus, mengacu pada rentang frekuensi yang dapat dideteksi oleh telinga manusia – sekitar 20Hz to 20kHz. Frekuensi 20Hz merupakan nada suara terendah (bassiest) yang kita bisa dengar, dan 20kHz merupakan nada tertinggi yang kita bisa dengar.

Lingkup kerja audio meliputi produksi, perekaman, manipulasi dan reproduksi gelombang suara. Untuk memahami audio Kita harus memiliki pemahaman tentang dua hal:
  1. Sound Waves: Apa arti sound waves, bagaimana terjadinya dan bagaimana kita dapat mendengarnya.
  2. Sound Equipment: Mengenai komponen-komponennya, cara kerjanya, bagaimana memilih peralatan yang benar dan cara penggunaannya.

 

Ø Lingkup Kerja Audio

Lingkup kerja audio sangatlah luas, dengan berbagai bidang spesialisasi. Mulai dari hanya sekedar hobby hingga profesional. Secara umum lingkup kerja audio meliputi:


·         Studio Sound Engineer
·         Live Sound Engineer
·         Musician
·         Music Producer
·         DJ
·         Teknisi Radio
·         Film/Television Sound Recordist
·         Field Sound Engineer
·         Audio Editor
·         Post-Production Audio



Ø  Audio Engineering adalah bidang skill yang berhubungan dengan penggunaan mesin dan equipment untuk rekaman, audio editing, mixing, mastering dan reproduksi suara. Bidang ini mengacu pada audio, termasuk elektronik, akustik, psychoacoustics, dan musik. Seorang Audio engineer mahir dengan berbagai jenis media perekaman, seperti tape analog, multitrack recorder, digital audio workstation, dan pengetahuan komputer. Yang dimaksud sound engineer berarti gelar adalah individu yang merancang simulasi akustik ruangan, membentuk algoritma untuk pemrosesan sinyal digital, berkecimbung pada bidang komputer musik, melakukan penelitian pada suara, dan bidang teknik canggih audio lainnya. Mereka lulusan dari sebuah perguruan tinggi terakreditasi atau universitas, atau yang telah lulus uji kualifikasi.
     Tapi saat ini sebutan ambigu tersebut tidak hanya pada sebatas title dan non title, tetapi banyaknya pemakaian penyebutan nama yang berbeda untuk profesi tersebut. Seperti contoh di Jerman dan Italia, mereka memiliki sebutan yang berbeda untuk merujuk pada profesi ini. 

Sebagai contoh, di Jerman, mereka menyebutnya Tontechniker, Tonmeister, dan Toningenieur.

1. Tontechniker (teknisi audio), adalah orang yang mengoperasikan peralatan audio.
2. Tonmeister (sound master) adalah orang yang menciptakan rekaman atau membuat komposisi musikal yang juga memiliki pengetahuan teoretis dan praktis secara rinci hampir dalam semua aspek suara.
3. Toningenieur (audio engineer) adalah orang yang merancang, membangun dan perbaikan alat-alat audio.



Cabang Profesi
Ada empat langkah yang berbeda untuk produksi rekaman: recording, editing, mixing, dan mastering. Biasanya, secara professional masing-masing proses tersebut dilakukan oleh sound engineer yang berbeda:

A. Profesi Audio Engineer dalam perekaman:
Studio engineer – seorang engineer yang bekerja dengan fasilitas studio, baik bersama produser atau pribadi
Recording engineer – engineer yang melakukan perekaman/recording/tracking.
Assistant engineer – biasanya ada di studio rekaman besar/profesional, dia bekerja sebagai assistant dari engineer inti, skillnya seperti microphone setups, mengatur sesi rekaman dan beberapa kasus kesalahan mixing.
Mixing engineer – engineer yang me-mixing audio multitrack.
Mastering engineer – engineer yang bekerja menggunakan stereo track, melakukan pekerjaan finishing dari proses perekaman yang dilakukan sebelum hasil audio tersebut digandakan.


B. Profesi Audio Engineer live performance:
Live sound engineer – orang yang berurusan dengan reinforcement live sound. Ini biasanya meliputi perencanaan dan instalasi speaker, kabel, equipment dan mixing sound selama pertunjukan di stage.
Monitor engineer – engineer live sound yang biasanya memiliki sistem audio yang terpisah dari engineer FOH (Front of House) dan memanipulasi sinyal audio secara independen dari apa yang penonton dengar, tugasnya memberikan sound monitor untuk musisi/player yang bermain di atas panggung/stage.
Systems engineer – bertanggung jawab atas pengaturan desain sistem PA modern yang seringkali sangat kompleks. Seorang system engineer biasanya juga disebut sebagai “crew chief” tour dan bertanggung jawab atas kinerja dan persyaratan pekerjaan sehari-hari crew audio di lapangan secara keseluruhan bersama dengan sistem FOH audio.


C. Profesi Audio Engineer yang lain:
Game audio designer engineer – pekerjaannya berkaitan dengan aspek sound game development
Audio post engineer – orang yang melakukan editing dan mixing untuk audio film dan televise.
PENDIDIKAN
Audio engineer banyak muncul dari latar belakang seperti seni, brodcasting, musik atau elektronik. Banyak perguruan tinggi dan lembaga terakreditasi di seluruh dunia menawarkan sekolah teknik audio, seperti BS (audio production). University of Miami School of Music Frost adalah universitas pertama di Amerika Serikat yang menawarkan title Bachelor of Music studi empat-tahun untuk lulusan Music Engineering Technology. Dalam 25 tahun terakhir, beberapa sekolah musik kontemporer telah memulai program teknik audio, biasanya pemberian titlenya adalah Bachelor of Music

Di Indonesia pun mulai bermunculan sekolah audio dengan biaya yang worthed dan sebanding dengan hasilnya seperti SAE Institue, SSR, atau yang sifatnya seperti kursus dengan harga yang lebih terjangkau seperti Musiktek, MSI, David Klein, dll. Selain itu, banyak juga sejumlah audio engineer yang otodidak tanpa pelatihan secara formal.



Ø MUSICIAN





Pemusik adalah sebagai berikut. Definisi Kata Pemusik pe.mu.sikNomina (kata benda) pemain musik (seperti pemetik gitar, penggesek biola, atau pemain piano) Itulah definisi dari Pemusik, untuk mencari definisi yang lain dapat menggunakan kotak penelusuran.


Ø MUSIC PRODUCER
Produser ialah orang yang bertanggung jawab, mengerti dan punya visi yang jelas dalam membuat atau memproduksi sebuah lagu atau album dari proses :
  • Pra Produksi
  • Recording
  • Editing
  • Mixing
  • Mastering Audio
Produser dengan dibantu oleh arranger & Music Director bertanggung jawab membuat atau menjadikan sebuah materi lagu dasar menjadi satu format lagu utuh yang memberikan nuansa & maksud yang jelas dari lagu itu sendiri (Apa yang ingin disampaikan melalui lagu itu) dan tentunya Marketable.
Ada salah Pengertian dari kalangan artis terutama artis pendatang baru yang beranggapan bahwa produser itu ialah pemodal, Hal itu tidak sepenuhnya benar. Karena Produser itu ialah orang yang memproduksi bukan orang yang membiyayai Produksi. Biasanya Produser berkerja sama dengan investor atau pemodal didalam memproduksi sebuah lagu atau album rekaman, Itu adalah PRODUSER INDEPENDENT. Ada juga Produser yang memang sudah ditunjuk & dibiyayai oleh sebuah perusahaan rekaman,/strong>.

Ø DJ
Disc Jockey atau yang biasa disebut dengan DJ adalah seseorang yang bertugas untuk menyambung [ mixing ] lagu ke lagu lainnya secara non stop dan teratur sesuai dengan teknis dan teorinya.
Pemahaman, pemilihan hingga pengaturan lagu adalah hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan proses mixing, kemudian disempurnakan oleh proses pengaturan suara [ sound control ] dan penambahan variasi.
Seperti layakynya seorang operator, DJ melakukan tugasnya melalui penguasaan dalam penggunaan bermacam alat. Penguasaan player [ turntable, cdj, dvj, computer, dsb. ] serta penguasaan bridge controller [ mixer, efector, dsb. ] merupakan point-point terpenting yang harus dimilikinya. Ditambah lagi, seorang DJ juga harus mengerti proses kerja dari penggabungan alat2 tersebut.
DJ pada awalnya menggunakan player yang disebut turntable, dan media lagunya menggunakan disc yang biasanya di sebut plat / piringan hitam.  Karena perkembangan dari era konvensional menjadi era digital, makanya turntable hampir tidak dipergunakan lagi. CDJ hingga DVJ [ DVD Jockey ] player adalah hasil perkembangan era digital, dan merupakan penyempurnaan dari turntable yang di dalamnya berisikan teknologi yang  mengikuti jaman berguna mempermudah seorang DJ dalam melakukan tugasnya.



Ø POST
Post Production

Adalah proses penyelesain akhir (finishing) dari sebuah rangkaian produksi (shoting) yang meliputi mengeditan gambar, penambahan title, grafik, animasi & special effects, musik, sound effects, audio dubing, & output ke media video seperti: Betacam, DVCAM, MiniDV, & CD/DVD.

Video Standart : PAL,D1/DV
Frame Size : 720 X 576 (pixel)
Frame Rate : 25 fps
Pixel Aspect Ratio : D1/DV,PAL (4:3/1,067)
Audio : 48 kHz 16 Bit Stereo

Pembagian tahap Post Production

1. Offline :
- Capture
- Edit

2. Online :
- Compositing
- Motion Graphic
- Visual Effects
- Color Grading
- Music & Sound FX
- Titling
- 3D
Post Production

Adalah proses penyelesain akhir (finishing) dari sebuah rangkaian produksi (shoting) yang meliputi mengeditan gambar, penambahan title, grafik, animasi & special effects, musik, sound effects, audio dubing, & output ke media video seperti: Betacam, DVCAM, MiniDV, & CD/DVD.

Video Standart : PAL,D1/DV
Frame Size : 720 X 576 (pixel)
Frame Rate : 25 fps
Pixel Aspect Ratio : D1/DV,PAL (4:3/1,067)
Audio : 48 kHz 16 Bit Stereo

Pembagian tahap Post Production

1. Offline :
- Capture
- Edit

2. Online :
- Compositing
- Motion Graphic
- Visual Effects
- Color Grading
- Music & Sound FX
- Titling
- 3D



Ø FILM

Film adalah media komunikasi yang bersifat audio visual untuk menyampaikan suatu pesan kepada sekelompok orang yang berkumpul di suatu tempat tertentu. (Effendy, 1986: 134). Pesan film pada komunikasi massa dapat berbentuk apa saja tergantung dari misi film tersebut. Akan tetapi, umumnya sebuah film dapat mencakup berbagai pesan, baik itu pesan pendidikan, hiburan dan informasi. Pesan dalam film adalah menggunakan mekanisme lambang – lambang yang ada pada pikiran manusia berupa isi pesan, suara, perkataan, percakapan dan sebagainya.
Film juga dianggap sebagai media komunikasi yang ampuh terhadap massa yang menjadi sasarannya, karena sifatnya yang audio visual, yaitu gambar dan suara yang hidup. Dengan gambar dan suara, film mampu bercerita banyak dalam waktu singkat. Ketika menonton film penonton seakan-akan dapat menembus ruang dan waktu yang dapat menceritakan kehidupan dan bahkan dapat mempengaruhi audiens.
Dewasa ini terdapat berbagai ragam film, meskipun cara pendekatannya berbeda-beda, semua film dapat dikatakan mempunyai satu sasaran, yaitu menarik perhatian orang terhadap muatan-muatan masalah yang dikandung. Selain itu, film dapat dirancang untuk melayani keperluan publik terbatas maupun publik yang seluas-luasnya.
Pada dasarnya film dapat dikelompokan ke dalam dua pembagian dasar, yaitu kategori film cerita dan non cerita. Pendapat lain menggolongkan menjadi film fiksi dan non fiksi. Film cerita adalah film yang diproduksi berdasarkan cerita yang dikarang, dan dimainkan oleh aktor dan aktris. Pada umumnya film cerita bersifat komersial, artinya dipertunjukan di bioskop dengan harga karcis tertentu atau diputar di televisi dengan dukungan sponsor iklan tertentu. Film non cerita adalah film yang mengambil kenyataan sebagai subyeknya, yaitu merekam kenyataan dari pada fiksi tentang kenyataan. (Sumarno, 1996:10).
Dalam perkembangannya, film cerita dan non cerita saling mempengaruhi dan melahirkan berbagai jenis film yang memiliki ciri, gaya dan corak masing-masing. Seperti halnya dengan film Pendekar Awan dan Angin yang saat ini dibahas penulis, film ini termasuk film cerita karena ceritanya dikarang yang dipertunjukan ditelevisi dengan dukungan iklan.
Film cerita agar tetap diminati penonton harus tanggap terhadap perkembangan zaman, artinya ceritanya harus lebih baik, penggarapannya yang profesional dengan teknik penyuntingan yang semakin canggih sehingga penonton tidak merasa dibohongi dengan trik-trik tertentu bahkan seolah-olah justru penonton yang menjadi aktor/aktris di film tersebut.
Dalam pembuatan film cerita diperlukan proses pemikiran dan proses teknis, yaitu berupa pencarian ide, gagasan atau cerita yang digarap, sedangkan proses teknis berupa keterampilan artistik untuk mewujudkan segala ide, gagasan atau cerita menjadi film yang siap ditonton.





Ø AUDIO EDITOR

EDITING

=> Definisi
Editing adalah proses menggerakan dan menata video shot/hasil rekaman gambar menjadi suatu rekaman gambar yang baru dan enak untuk dilihat. Secara umum pekerjaan editing adalah berkaitan dengan proses pasca produksi, seperti titling, colour correction, sound mixing, dsb.

Istilah editing telah dikenal luas dan banyak orang memberi pemahaman sendiri. namun dalam pelajaran ini kita sepakat editing berkaiatan dengan kerja-kerja dibawah ini:
1. Menata, menambahkan atau memindahkan klip video atau klip audio.
2. Menerapkan colour correction, filter dan peningkatan yang lain.
3. Membuat transisi antara klip.

Tujuan editing
Ada banyak alasan kita melakukan pengeditan dan pendekatan editing sangat bergantung dari hasil yang kita inginkan, yang terpenting adalah ketika kita melakukan pengeditan, pertama adalah menetapkan tujuan kita melakukan editing. Namun, secara umum, tujuan editing adalah sebagai berikut:
  1. Memindahkan klip video yang tak dikehendaki.
  2. Memilih gambar dan klip yang terbaik.
  3. Menciptakan arus.
  4. Menambahkan efek, grafik, musik dll.
  5. Mengubah gaya dan suasana hati dan langkah dari gambar.
  6. Memberikan sudut yang menarik bagi hasil rekaman.

Metode Editing
Ada beberapa metode dalam pengeditan video dan masing-masing metode ini mempunyai proses yang berbeda. Meski saat ini, metode non linear editing paling banyak digunakan, utamanya para editor profesional, ada baiknya bagi kita mempelajari berbagai metode editing ini.
  1. Film splicing/penyambungan film
secara teknis ini bukanlah video editing, tapi film editing. Namun, amat penting bagi kita untuk mengetahui metode ini karena, metode ini adalah metode edit pertama yang mengedit gambar-gambar bergerak atau hidup dan secara konseptual, metode ini adalah dasar dari semua editing video.
Secara tradisi, metode ini dilakukan dengan memotong bagian film, mengolahnya dan membuang bagian yang tak diperlukan. Proses sangat langsung dan mekanikal. Secara teori, penyambungan film dilakukan dengan gunting dan tape peyambung, namun kenyataannya, menggunakan mesin penyambung banyak dilakukan dan menjadi solusi praktis.
  1. Tape to tape (linear)
Metode linear adalah metode origin elektronik sebelum penggunaan komputer dikenal pada sekitar tahun 1990. Meski saat metode ini tidak mejadi pilihan favorit, tapi dalam hal-hal tertentu motode ini masih banyak digunakan. Ketrampilan dalam metode editing ini diyakini akan sangat bermanfaat dalam jangka waktu yang panjang. Dalam metode linear adalah mengcopy secara selektive dari satu tape ke tape yang lain. Dalam metode ini setidaknya digunakan dua tape, satu sebagai sumber dan satu sebagai perekam/recorder.
  1. Digital/komputer (non linear)
Dalam metode ini, gambar atau clip ditangkap dan disimpan dalam hardrive/harddisk dan diedit dengan menggunakan perangkat lunak/program atau software tertentu. Namun, setelah editing selesai, gambar kembali dipindahkan ke kaset tape atau ke optikal disk/cd. Metode ini mempunyai keuntungan yang signifikan dari linear editing. Khususnya, karena metode ini sangat flexibel. Editor dapat mengedit gambar sesuka hati dan tidak perlu dilakukan secara linear-inilah sebabnya metode disebut non linear.
Kekurangan dari metode ini, adalah amat bergantung pada perangkat keras/hardware dan perangkat lunak/software yang kita miliki.
  1. Live Editing
Dalam situasi tertentu, misal dalam kondisi siaran langsung, beberapa kamera dan video disambungkan dengan sentral mixing dan control, dan diedit dalam saat itu juga. Contoh paling real dari live editing ini adalah dalam siaran langsung yang kita lihat ditelevisi.

Tentang Video
Video merupakan gabungan gambar-gambar mati yang dibaca berurutan dalam suatu waktu dengan kecepatan tertentu. gambar-gambar yang digabung tersebut dinamakan frame dan kecepatan pembacaan gambar disebut dengan frame rate, dengan satuan fps (frame per second). karena dimainkan dalam kecepatan yang tinggi maka tercipta ilusi gerak yang halus, semakin besar nilai frame rate maka akan semakin halus pergerakan yang ditampilkan. Lebih jauh mengenal frame rate. ketika serangkaian gambar mati yang bersambung dilihat oleh mata manusia, maka suatu keajaiban terjadi. jika gambar-gambar tersebut dimainkan dengan cepat maka akan terlihat sebuah pergerakan yang halus, inilah prinsip dasar film, video dan animasi.

Negara yang memakai format standar NTSC (national television standards comitte) yaitu amerika serikat, jepang, kanada, meksiko dan korea memiliki frame rate sebesar 30 fps (tepatnya 29.97 fps)

Untuk negara Indonesia, Inggris, Australia, Eropa dan China format video standar yang digunakan adalah format PAL (phase alternate line) dengan frame rate sebesar 25 fps.

Sedangkan negara perancis, timur tengah dan afrika menggunakan format video standar SECAM (sequential couleur avec memoire) dengan frame rate sebesar 25 fps.

Beberapa istilah dalam video editing

1. Capture device : adalah alat atau perangkat keras yang mengubah atau mengkonversi video analog ke video digital

2. Compressors and codec : adalah perangkat lunak atau program yang memadatkan atau menghilangkan. compress atau pemadatan untuk membuat ukuran video menjadi lebih kecil
3. Editing : proses mengubah dan memanipulasi serta mengumpulkan klip video, audio track, grafik dan material lain menjadi suatu paket tayangan yang menarik dan baik. Editing juga membuat transisi antar klip. Editing menjadi bagian dari proses post production atau pasca produksi.

4. Edit decision list (edl) : daftar keputusan mengenai hal-hal yang dimasukan atau dikeluarkan dalam proses editing.
5. Encoding adalah proses mengubah klip video dalam format tertentu. misalnya format 3gp menjadi format avi, wmv, mpeg, dat.

6. Linear editing : juga dikenal sebagai tape to tape editing. adalah suatu metode editing yang mengubah video klip dari tape satu ke tape yang lain sesuai hasil yang diharapkan.

7. Non linear editing adalah suatu metode editing yang menggunakan perangkat lunak komputer untuk mengubah klip video.

8. Transisi adalah jalan atau cara mengubah/memadukan satu shot ke shot berikutnya



9. Post production adalah segala sesuatu yang terjadi pada klip video atau audio setelah produksi atau setelah klip video atau audio direkam atau dishooting. Post production atau pasca produksi meliputi pekerjaan mengedit video dan audio, memberikan judul, membuat grafik dan efek serta menyesuaikan atau mengoreksi warna.